Full image link →
Ketika televisi mulai masuk ke kampung kami, ibu-ibu yang dulu mengajari kami mengaji, sekarang sudah sibuk dengan televisi. Bapak-bapak yang dulu mehgajari kami dengan ta’lim muta’alim agar ilmu yang kami dapat benar-benar bermanfaat sekarang sibuk menghafalkan jadwal acara televisi. Dan, Manchester United lebih dekat dengan kehidupan mereka daripada Bidayatul-Mujtahid. - [Mohammad Fauzil Adhim, dalam buku ‘Postive Parenting - Cara-cara Islami Mengembangkan Karakter Postif pada Anak Anda’]
Di buku ini dibahas mengapa keluarga penulis (Mas Mohammad Fauzil Adhim) tidak mengizinkan anak-anaknya untuk menonton televisi, menurut beliau, televisi mendikte, bukan mendidik pada saat anak-anak menonton tv mereka secara paksa menelan mentah-mentah tanpa tahu mana yang baik mana yang buruk, karena itu televisi-pun mematikan sikap kritis. Padahal seharusnya masa anak-anak dimanfaatkan dengan bermain dan memiliki banyak ruang imajinasi dengan membaca buku, bukan dengan menonton tv.
(via nayasa)
Source: gotbyouthblog
Why are so few people worried about so many important things missing from our news?
Iya juga sih, tapi ada sedikit nilai positivenya kalo kata aku hehe
untuk mendidik anak agar selalu aktif mencari tahu dan mengembangkan sikap kritis, ajarkanlah internet„
the idea of this picture„ really amaze me
The picture is undeniably true yet scary.
ga suka tapi memang ini kenyataannya >_
LOVED this book.