seorang gamer sekaligus engineer yang senang memperhatikan bahasa Indonesia

  1.  

    Demonstrasi Bakar Diri?

    Sesungguhnya saya kaget saat mendengar bahwa ada mahasiswa yang meninggal saat melakukan demonstrasi di depan istana.

    Saya lebih kaget lagi ketika tahu bahwa mahasiswa tersebut meninggal karena membakar dirinya sendiri.

    Sejujurnya saya merasa masih ada cara-cara lain yang lebih konstruktif dalam menyalurkan aspirasi ke pemerintah daripada membakar diri sendiri. Bukankah lebih baik kalau kita tetap hidup agar bisa terus menyalurkan aspirasi kita dan memperbaiki negara ini? Bukankah lebih baik kalau kita bisa terus berusaha untuk menginspirasi orang lain agar bisa membangun negara ini bersama-sama?

    Tapi hidup memang pilihan dari masing-masing pribadi, termasuk pendapat saya ini, hehe

    Ada juga yang menyinggung masalah kejiwaan. Karena saya tidak paham maka saya tidak berani berpendapat tentang hal ini. Kalau ada yang tertarik bisa dilihat artikel ini

    Yang membuat saya lebih bingung adalah berita yang saya tonton pagi ini di sebuah saluran TV swasta. Di berita tersebut dikatakan bahwa Pak SBY selaku Presiden RI secara tidak langsung bertanggung jawab atas kematian dari almarhum.

    Sejujurnya saya benar-benar tidak bisa melihat dari sisi mana Pak SBY bisa bertanggung jawab terhadap kematian almarhum. Apakah sekarang stasiun TV swasta sudah sesubjektif itu? (maaf kalau ada yang menganggap ini pertanyaan retoris :P)

    1. prawee said: wah, itu mahasiswa toh? kmaren2 dibilang orang kerja, dan media jg saling mengingatkan agar ngga ngehubungin dgn politik dulu sampe latar belakangnya diketahui„ kayaknya label mahasiswa skrng = anti sby„ jelas subjektif sih„
    2. aditp posted this